Uang yang "Hilang"
Uang yang “Hilang”
Demam Piala Dunia rupanya melanda ke seluruh negeri di jagat raya ini, tak terkecuali di Republik ini.
Tersebutlah tiga orang tokoh pemuda di Kampung Bola (bukan Kamp
ung World Cup), ingin pula meramaikan kampungnya dengan kegiatan sepakbola. Inisiatif pun menyembul dari benak Asep (nama fiktif) salah seorang tokoh pemuda itu untuk membeli Bola Sepak dengan cara patungan diantara ketiga tokoh itu (ditalangi dulu, nanti diganti dari hasil iuran warga), alkisah merekapun sepakat.Setelah survey ke warung A Cong (fiktif juga), ternyata harga bola sepak itu Rp. 70 ribu, bola merek Adios keluaran terbaru tipe Timgesit. Merekapun sepakat untuk patungan sebanyak Rp. 25 ribu per orang (buat jaga-jaga siapa tahu perlu yang lain), sehingga total terkumpul Rp. 75 ribu. Bola sepak itupun didapat dengan tersisa uang Rp. 5 ribu.
Di tengah perjalanan, ketiga pemuda ini bertemu dengan pak Er-Te yang setengah memaksa meminta sumbangan untuk korban Gempa Yogyakarta. Demi kemanusiaan, sisa uang 5 ribu itupun diberikanlah sebanyak Rp. 2.000 untuk pak ErTe. Sisa setelah dipotong sumbangan itupun tinggal Rp. 3.000.
Arnasan (masih fiktif) nyeletuk:” Sisa uang 3000 ini, gimana kalo dibagi 3 aja, masing2 seribu?? Gimana??” Tentu setujulah ketiga pemuda itu. Pikir mereka bias untuk beli Es jika haus setelah main bola.
Ditengah rencana masing2 untuk membelanjakan uang yang seribu itu, A Cheek (lagi-lagi fiktif) yang WNI keturunan Tionghoa dan rada-rada jago matematika nyeletuk….: “Sebentar-sebentar,…… kita semua patungan masing-masing Rp 25 Ribu, terus dapat bagian seribu perak seorang. Berarti kita patungan cuma 24 ribu yah…??????”

“Ya iya dooonngg………gitu aja masih tanya luh!!, anak SD aja bias ngitung gitu, malu-maluin aja “ tukas Asep yang jadi pimpinan rombongan (walaupun ngga ada yang ngangkat dia jadi pemimpin).
“Tapi …….” Sergah A Cheek cepat. “ Coba kita hitung……” (sambil dia nulis di tanah kering..), begini tulisannya:
Rp. 24.000 x 3 = Rp. 72.000 jika ditambah uang sumbangan gempa Rp. 2.000,
jadi
Rp. 72.000 + Rp. 2000 = Rp. 74.000 !!!!!
Keenam mata pemuda itu (masing2 sepasang) terbelalak kaget!!! Uang mereka ”HILANG” !!!!! Padahal jelas2 tadi berjumlah Rp. 75.000, sekarang dijumlah dengan cara matematika sederhana hitungan si A Cheek kok jadi Rp 74.000 ????!!!!!??? Dimanakah yang Seribu lagi ?????? Sampai menjelang sore mereka belum menemukan jawabannya. ”Ya sudahlah,...besok lagi aja kita pikirkan”, kata Asep ketus. Merekapun berjalan gotai dan terbengong-bengong menuju lapangan sepakbola yang sepi karena kesorean akibat debat kusir masalah uang seribu yang ”hilang”.....................
Adakah yang bisa bantu mereka, dimanakah uang itu ....??? (Penulis juga bingung lho..!!!) #@%#@!!!**///?!!#@$%#
(created by: buddy/340)

1 Comments:
hmmm... serius ah mau jawab nie
iuran 24.000 dikali tiga jadi 72.000
harga bolanya...70.000 jadi kembali 2.000 dan uang 2.000 itu untuk iuran gempa...
Jadi uangnya masih balance, dan tidak ada yg ilang...
A Cheek rada-rada kepinteran tuh oom...seharusnya 2.000 nya tidak ditambahkan di 72.000 nya tapi di 70.000 nya :D
-salam kenal-
Post a Comment
<< Home