SMS
Dewi fortuna rupanya sedang lekat dengan Mahmud (bukan nama sebenarnya). Dia mendapatkan hadiah undian dari sebuah bank langgananya untuk berlibur ke Bali. Hadiah itu berlaku untuk dua orang. Kesempatan itu diambil Mahmud dengan mengajak isterinya untuk berlibur. Namun karena masih ada sedikit urusan bisnis yang belum selesai, isteri Mahmud tidak bisa berangkat bersamanya pada hari yang sama seperti tertulis di hadiah, ia akan menyusul keesokan harinya walau harus membayar sendiri tiket keberangkatan ke Bali. Pulangnya baru mereka akan bersama-sama.
Alhasil Mahmud pergi sendiri pada hari yang telah ditentukan. Sesampainya di Bali, ketika akan memberi kabar melalui SMS, karena terburu-buru Mahmud tak sengaja menghapus nomor HP isterinya dari phonebook. Untunglah dia menyimpan kartu nama isterinya yang memuat nomor HP, apa boleh buat dia harus menuliskan nomor HP isterinya pada nomor tujuan SMS.
Namun entah karena terlalu senang, setelah menulis SMS dan siap untuk dikirim, Mahmud salah memijit nomor HP isterinya pada nomor terakhir. Akibatnya SMS itu nyasar ke HP seorang wanita yang masih dalam suasana berkabung karena suaminya baru saja meninggal dunia sehari sebelumnya.
Wanita penerima SMS itu langsung pingsan begitu membaca SMS dari nomor yang tidak dikenalnya itu, disitu tertulis:
”Isteriku sayang, aku baru saja sampai. Sebagai suami yang baik, aku sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menjemputmu besok. NB: Panas sekali disini”
Terang aja pingsan..............ya ngga?
(disadur dari Harian Warta Kota dengan beberapa modifikasi)
